![]() |
H. Mulyadi, Caleg Nomor 7 PDIP dapil 5 untuk DPRD Kota Bekasi |
Pak RW, H. Mulyadi tidak hendak memaksakan warga agar dirinya harus dipilih sehingga bisa menjadi wakil mereka yang bisa duduk di Dewan.
Namun dia hanya mengingatkan dan selalu berusaha mengedukasi warga masyarakatnya agar tidak memilih para calon legislatif yang kelak menjadi wakil mereka di DPRD Kota Bekasi kepada orang-orang dari luar yang tidak dikenal bahkan tidak diketahui kiprahnya bagi kepentingan warga maupun lingkungan di wilayah Bintara IV, Kampung Bojong.
Sebenarnya hal ini bisa dianggap wajar bagi setiap warga Kota Bekasi yang berhak memilih siapa calonnya yang akan duduk di dewan perwakilan rakyat daerah, namun alangkah eloknya bila warga sekitar Bintara IV khususnya Kampung Bojong maupun sekitarnya untuk memberikan dukungan dan suaranya pada pemilu 2014 mendatang kepada para calon yang sudah mereka kenal dan aktif di kegiatan sosial di wilayah mereka sendiri. Mengapa harus memberikan dukungan kepada orang luar yang tak dikenal?
Bukankah nanti akan membuat mereka kesulitan sendiri, jika wakilnya adalah orang luar wilayah. Bagaimana bisa kepentingan warga Bintara pada umumnya bisa didahulukan wakilnya nanti, jika bukan diwakili oleh mereka yang tinggal di wilayahnya sendiri, seperti sosok H. Mulyadi.
![]() |
H. Mulyadi - caleg PDIP Kec. Bintara |
Kedekatannya H.Mulyadi dengan Mochtar Mohamad (M2) dan istri, telah dibuktikannya dengan berbagai kegiatan sosiali di tengah warga masyarakat Bintara, dimana H. Mulyadi berhasil mengundang M2 untuk datang berkunjung ke Bintara XIV dan kedatangannya disambut warga dengan antusias dan terbilang sukses dalam penyelenggaraan acara.
Inilah prestasi yang tampak di tengah masyarakat, betapa kepedulian seorang pengurus RW seperti H. Mulyadi yang tidak hanya membantu kepentingan warga masyarakatnya dalam kesehariannya sebagai pengurus RW, tapi juga mampu menghadirkan orang penting serta Walikota langsung ke tengah warga tanpa kesulitan protokoler yang biasa dialami para wakil rakyat.
"Kalau kesibukannya di partai politik memang dimulai dari bawah, maka wajar saja, kami warganya merasa bangga jika nanti H. Mulyadi bisa berhasil memperoleh kursi di DPRD Kota Bekasi dan menjadi wakil kami di sana!" imbuh pak Muhyin salah seorang pengurus RT 06 di RW 09.
Lelaki yang sudah berusia 65 tahun ini menambahkan, bahwa apa yang telah dikerjakan dan diberikan H. Mulyadi kepada warganya merupakan bukti kepeduliannya pada lingkungan, "Padahal saya maklum, jika pak RW, H. Mulyadi tidak digaji untuk itu," imbuh lelaki yang sudah 28 tahun lebih menjadi Ketua RT 06 ini kepada wartawan.
H. Muhyin ayah dari 5 anak dan kakek 6 cucu ini juga menjelaskan bahwa selama ini aktivitas H. Mulyadi sebagai pengurus RW yang sudah bertahun-tahun bisa dilihat dan dibuktikan dengan kesaksian warga di lingkungannya. Tak sedikit warga di RTnya, yang diberi kemudahan pengurusan administrasi tanpa pungutan sama sekali untuk mendapatkan rujukan biaya berobat ke rumah sakit, baik itu di RSUD Kota Bekasi, maupun dirujuk ke RS Ciptomangunkusumo yang ada di Jakarta.
Bagi warganya yang tidak mampu, tentu saja ini merupakan bantuan tak langsung dari pengurus RW dan RT meskipun tidak dalam bentuk materi ataupun uang, namun sokongan dalam bentuk layanan administratif yang memudahkan pemda kota Bekasi maupun pihak terkait sehingga hak warga sipil di wilayah Bintara sebagai anggota masyarakat bisa diperoleh dengan mudah.
"Kan ada aja tuh," papar Muhyin dengan logat khas Bekasinya, "Pengurus RW yang tak peduli dengan warganya, bahkan terkadang tega-teganya memungut biaya saat warganya sedang membutuhkan pertolongan," tambahnya lagi kepada wartawan.
Sepertinya sosok H. Mulyadi begitu membantu para warga di lingkungannya, sehingga wajar saja jika impiannya untuk memperluas manfaat yang bisa diberikan oleh seorang H. Mulyadi dengan ikut berjuang menjadi calon legislatif di Kota Bekasi, tentunya agar bisa jauh lebih bermanfaat untuk masyarakat. Semoga!
(sidikRizal - webrizal.com - kandidat-kandidat.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar